Kubu Merah dan Hijau Bersatu? Review Lengkap ASUS Vivobook Pro F570 - TumesKecil

Kubu Merah dan Hijau Bersatu? Review Lengkap ASUS Vivobook Pro F570

Di tahun 2019 ini adalah tahun yang cukup panas di panggung perpolitikan di Indonesia. Pasalnya, akan tiba saatnya rakyat akan memilih wakilnya ‘tuk menduduki kursi kepresidenan berikut wakilnya. Namun, sebelum saat momen itu tiba, suasana panas antarpendukung kedua kubu tersebut tak terelakkan, demi mendukung paslon yang mereka dambakan.


Saat panas-panasnya dunia perpolitikan di Indonesia, ASUS berhasil mendamaikan kubu merah dan kubu hijau. Kubu merah dengan AMD yang menggendong procie seri mutakhirnya, Ryzen 7 dan kubu hijau yakti nVidia dengan GTX 1050 nya yang punya visual ciamik. Mereka disatukan dalam sebuah perangkat komputasi mobile demi menyemarakkan persaingan pasar perlaptopan di Indonesia.
Ini unik, tak pernah ada sebelumnya. Biasanya, CPU dan GPU di laptop sebelumnya, kalau procie dari AMD ya gandeng dengan GPU mereka, Radeon Vega yang juga merupakan garapan AMD. Sedangkan GPU nVidia biasanya akan diperkuat dengan CPU dari Intel. Sehingga, laptop besutan ASUS yang teranyar ini dapat saya katakan mencetak sejarah baru bagi kancah perlaptopan di dunia.
Meskipun menanamkan CPU dan GPU ala laptop gaming, tenang saja. F570 tidak akan menguras dalam dompet kamu. Karena F570 ini akan dibandrol dengan harga mulai 11 jutaan.
Dari tadi kita sudah menyindir laptop unik ini tapi saya belum menyebut namanya. Perkenalkan para pembaca budiman, inilah :



"ASUS Vivobook Pro F570"

Hadir dengan Ryzen 7 atau Ryzen 5 beserta diperkuat nVidia Geforce GTX 1050, tentu f570 akan dapat dengan mudah melibas berbagai kegiatan multitasking dengan sangat mudah. Selain itu, bodynya yang ramping dan ringan dengan berat 1,9 kg membuat laptop ini dapat dijadikan pilihan bagi kamu yang suka dengan laptop yang membutuhkan mobiltas tinggi.
Rilis dengan nama VivoBook Pro F570. Memang saat pertama kali melihat namanya agak membingungkan sih. Kalau laptop ini digolongkan sebagai vivobook saya rasa kurang pantas karena tau sendirilah bagaimana spesifikasi procie dan GPU nya yang gak cocok banget sih dipanggil Vivobook. 

Tapi kalau dimasukkan ke seri F dimana seri F adalah seri gaming entry levelnya ASUS, masih kurang cocok juga soalnya design dan bodynya masih kurang terlihat ‘gaming’ dan bobotnya yang sangat ringan untuk laptop dengan performa rasa gaming. Jadi dapat kita simpulkan sendiri, laptop ini tidak termasuk Vivobook maupun F series. Ia berada di antara keduanya. Seri Vivobook yang mengedepankan mobilitas, dan seri F yang mengutamakan performa yang gahar. Desainnya pun tak menonjolkan seri Vivobook, namun lebih condong menggunakan aksen ‘gaming’.
Lalu, apa saja sih kunggulan dari laptop anti mainstream ini? Berikut kami bahas :


Desain dan Body yang Eye Catchy


Hal pertama yang akan kita bahas adalah dari segi body dan penampilan. F570 hadir dengan balutan warna Reaper Black yang berarti warna hitam namun sedikit keabu-abuan.
Karena F570 adalah laptop golongan entry level, body yang digunakannya adalah plastik. Eitts kalian para haters korea jangan trigger dulu. Plastik yang digunakan bukan plastik itulah, tapi adalah polycarbonat.



Meskipun plastik, bahan ini memiliki sejumlah keunggulan. Pertama, membuat laptop ini ringat saat menjinjingnya kemana-mana karena kamu hanya mendapatkan bobot berkisar 1,9 kg sementara laptop gaming lainnya bobotnya bisa mencapai 2,5 kg. Kedua, saat mengisi daya, cover plastik ini tidak akan menghantarkan daya listrik, sehingga aman menyentuh covernya meskipun tangan kamu basah. Jadi bagi kamu yang biasa ngecas laptop dan tangan mudah keringetan, saat nutup cover laptop, tangan kamu akan ya so so aman lah.



Dari tampak luar, F570 terlihat gagah dengan aksen brushed finish yang dibuat presisi segitiga di kanan kiri dan logo asus di tengah berwarna toska yang membuatnya terkesan lebih gaming. Lebih pentingnya lagi, aksen ini akan membuatnya terhindar dari jejak fingerprint dan minyak dari keringat. Sehingga, cover akan selalu bersih. Selain itu, ia juga akan meminimalisir terhadap goresan-goresan seperti dari kuku dan kunci.
Di bagian engselnya, ia dibuat mirip dengan TUF yang berbentuk trapesium sama kaki. Engselnya memang cukup kokoh, namun saat dibuka dengan satu tangan, laptop sedikit terangkat. Sehingga kami sarankan membuka laptop ini dengan dua tangan. Engsel gaya seperti ini wajar sih di laptop kelas mid end seperti F570 sehingga mohon maklum wahai netijen yang terhormat.

Di sekitar sudut F570, dibuat aksen garis yang bahasa marketingnya ASUS adalah lightning blue alias kalau dari pandangan indra keenam saya, warna yang menjadi andalan F570 ini adalah biru toska. Kenapa saya bilang andalan? Pasalnya warna toska ini menjadikan ciri khas F570. Karena selain membalut akses garis di tepian, ia juga membalut logo di tengah cover F570. Sehingga, kalau kalian keliatan laptop dengan logo ASUS dengan warna biru toska dan akses tepian biru toska, mudah sekali ketebak jika laptop tersebut adalah F570.
Saat membuka laptop ini, kamu akan menemuka lagi aksen brushed finish di luar area keyboard dan touchpad. Di tepi touchpad, ASUS juga tidak lupa memberikan sentuhan aksen garis berwarna biru toska yang memperkuat ciri unik dari sebuah F570.
Dengan membawa desain kasual yang cukup keren dan ketebalan yang hanya 21,9mm dipadukan dengan bobot yang hanya 1,9 kg membuat F570 bisa kamu tenteng dengan percaya dan dengan mudah dibopong kemana-mana.


Keyboard dan Touchpad yang Nyaman


Untuk bagian keyboard, ASUS memberikan full size keyboard dengan numpad. Sehingga membuat keyboardnya tidak terlalu luas dan arrow keynya agak berdempetan dan agak kurang cocok bagi yang jarinya agak besar. Ini masih bisa dimaklumkan karena full size keyboard yang diadopsi F570 menutupi kekurangan ini.
Untuk jenisnya sendiri ada yang backlight dan ada juga yang non backlight. Pilih sesuai kebutuhan kamu. Jika kamu sering menggunakan laptop di tempat yang minim cahaya seperti cafe yang remang-remang, seri yang backlight wajib kamu jadikan pilihan. Backlight yang digunakan juga memiliki ambient light conntrol yang memungkinkan kamu dapat mengatur kapasitas cahaya backlight keyboard yang digunakan sesuai kebutuhan.



keyboardnya sendiri memiliki travel distance 1,4 mm dan keyboardnya sangat nyaman. Menurut saya malah sangat melebihi ekspektasi. Karena awalnya saat melihat keyboard si F570 ini, saya meremehkannya. Ini karena material yang membalut tombol-tombolnya terbuat dari plastik saya rasa sama saja dengan keyboard plastik lainnya yang ada pada laptop ASUS 8 jutaan. Ternyata keyboard f570 ini sangat nyaman dan tactile sama dengan ASUS TUF yang memiliki harga mulai 15 jutaan.
Tapi jangan senang dulu, ada juga kekurangan kecil yang dimiliki keyboard F570. ASUS membenamkan tombol powernya di dalam keyboard. Ini bisa menjadi ancaman bagi yang kebiasaan pencet delete di pojok kanan atas. 

Saya kurang paham mengapa banyak sekali laptop yang mengadopsi keyboard seperti ini. Mungkin untuk menekan biaya produksi kali ya sehingga gak perlu bikin tombol tambahan lagi. Ya, harap maklum karena kita sebagai konsumen sudah diberikan laptop dengan price to perfomance yang sangat baik.


Touchpad yang ditanamkan dalam laptop ini sudah cukup baik. ASUS ternyata memperhatikan kenyamanan dari Touchpad ini. Touchpad yang dimilikinya sangat intuitif sehingga penggunaannya lebih presisi dan memiliki akurasi yang sangat baik. 

Selain itu, ASUS menambahkan algoritma cerdas bernama Windows Gestures pada Touchpad ini. Cara kerjanya adalah, saat touchpad tersentuh oleh telapak tangan secara tidak sengaja, maka pointer tidak akan bergerak.

Tak hanya berhenti sampai situ, algoritma cerdas ini memungkinkan touchpad memahami gesture beberapa jari. Misalnya dengan swipe down Touchpad menggunakan tiga jari, maka layar akan memperlihatkan dekstop. Ini adalah langkah yang sangat bagus dari ASUS karena fitur yang jarang sekali laptop lain pakai ini bisa sangat berguna.

Masih banyak kok gesture yang bisa kalian pakai, berikut daftarnya



Lebih Aman dengan Fingerprint Sensor


Untuk sektor keamanan tenang saja. Seperti pada seri-seri Vivobook lainnya, F570 juga disematkan sensor fingerprint di bilah pojok kanan atas touchpad. Penempatan seperti ini dapat memudahkan kamu untuk menggapainya karena ini adalah area yang mudah dijangkau tangan. 




Sensor fingerprint ini juga terintegrasi dengan Windows Hello yang dapat membuat lebih cepat saat login ke Windows karena hanya menggunakan sentuhan jari. Jadi, gak perlu lagi nih ngetik password buat login, dengan F570, login windows sangat mudah bukan?
Dari berbagai review, sensor ini bekerja cukup responsif. Pasalnya, tak samapai satu detik saja, sensor langsung mengenali sidik jari penggunanya dan akan langsung membawamu ke halaman utama Windows 10 Home 64-bit yang digunakan.


Port yang Cukup Lengkap


Di bagian kiri laptop ada port kensington lock, 2 buah USB 2.0 Type A, dan sebuah jack audio. 



Kemudian di sebelah kanannya ada sebuah port input power, LAN RJ45 jack, USB 3.1 Type A Gen 1, HDMI, USB-C 3.1 Gen 1 untuk transfer data yang super cepat, dan sebuah slot SD Card. Tapi slot SD Card yang digunakan ini adalah Micro SD card. Jadi untuk para content creator yang menggunakan kamera yang MMC Cameranya besar, maka butuh card reader tambahan untuk bisa mentransfer data.



Laptop ini sudah tidak menggunakan port VGA lagi. Ya maklum Vivobook Pro  F570 adalah keluaran terbaru dan laptop teranyar notabene sudah mengabsenkan port VGA karena sudah jadul. Sebagai gantinya sudah menggunakan port HDMI untuk transfer ke berbagai lebih mudah dan cepat.
Yang saya kagum dari laptop ini adalah sudah menggunakan USB-C 3.1 Gen 1. Berarti dari laptop ini kita bakal tahu jika laptop-laptop sebetar lagi akan menggunakan port type C juga. Saya sangat suka dengan adanya port ini karena transfer data menjadi lebih cepat ketimbang USB 2.0 dan 3.0.


Audio Berkualitas dari SonicMaster


ASUS Vivobook Pro F570 dilengkapi dengan audio dari SonicMaster yang sangat mumpuni. Fitur yang dikembangkan khusus oleh ASUS Golden Ear team ini, dapat menjadikan ASUS Vivobook Pro F570 mampu memberikan kamu kualitas suara yang sangat baik dengan range frekuensi yang lebih luas, vokal lebih jelas serta bass yang lebih dalam.



SonicMaster adalah kombinasi antara hardware dan software superior yang dibuat untuk memberikan kontrol penuh, untuk berbagai kebutuhan baik untuk film, musik dan game. Untuk mengontrolnya, ada software dari ASUS bernama ASUS AudioWizard untuk mengatur keseimbangan audio baik melalui mode yang sudah tersedia maupun bisa kamu sesuaikan sendiri . Mode otomatis yang dapat kamu pilih antara lain gaming, movies, music, recording, dan speech.
Jadi, ketika kamu menonton video atau bermain game, suara yang dihasilkan akan berbeda jenisnya tergantung sumber audio tersebut. Maka dari itu, SonicMaster akan meningkatkan kualitas suara dari jenis audio yang sedang kamu putar. Sehingga, kamu bisa mendengarkan lebih jelas lagi suara yang dikeluarkan dari berbagai jenis karakteristik audio yang kamu putar.
Kalau udah punya ASUS Vivobook Pro F570 ini, kamu gak perlu lagi deh speaker tambahan seperti earphone, headset, atau bahkan speaker yang lumayan besar itu. Rasakan sendiri deh sensasi audio yang berkualitas dari ASUS SonicMaster ini. Suara yang dihasilkan bakal sangat real dan jelas banget.


Kualitas Layar


Vivobook Pro F570 memiliki layar dengan jenis IPS dan aja juga yang jenis TN. Perbedaannya, pada panel IPS, saaat digunakan di luar ruangan, wideview angle akan lebih lebih baik dengan TN apalagi oleh ASUS diperluas menjadi 178°. 

Resolusi layarnya sudah Full HD dengan ukuran layar 15,6 inch berasio 16:9 dengan resolusi 1920x1080 pixel. Tingkat kecerahan layar 200 nits sehingga cukup terang dan sudah cukup jika digunakan di luar dengan cahaya terang, karena layar masih bisa dilihat degan jelas. Refresh ratenya adalah 60Hz dan 45% NTSC.



Layarnya juga menggunakan panel jenis anti-glare sehingga jika kamu sedang main laptop dan belakangnya ada cahaya ilahi, tenang saja. Cahaya tidak akan terpantulkan di layar dan konten di dalam layar masih dapat dilihat. Wideview 

Untuk bezel, saya kurang begitu impresif karena belum frameless seperti laptop keluaran ASUS terbaru lainnya. Mungkin keputusan ini dipilih dengan alasan biaya produksi atau kalau tidak, agar seri Vivobook murni mereka yang mengedepankan mobilitas dan design yang super ketjeh dapat dipilih konsumen kalau ingin frame bezelles. Kan kalau misal layarnya bezelles (red-ASUS menyebutnya nanoedge display) sayang banget seri Vivobook murni mereka takut jarang yang ngelirik dan lebih ngelirik seri F570 ini. Ya sebenarnya ini hanya pendapat pribadi saya aja sih.

Balik ke bahasan spesifikasi layar, ada yang keren di bagian layar ASUS Vivobook Pro F570 ini. Laptop ini memiliki fitur ASUS Splendid software tuning yang berguna untuk memastikan warna yang ditampilkan di layar lebih akurat. Perlu kamu ketahui, ASUS Splendid merupakan fitur pengoreksi warna dan software pengaturan untuk memastikan warna yang ditampilkan tetap konsisten dan akurat di dalam kondisi cahaya apapun.



Untuk memudahkan kontrol penggunanya, ASUS Splendid Software memiliki tiga mode bawaan, yakni Normal, Eye care, dan vivid. Selain itu ada juga mode manual untuk mengkonfigurasi pengaturan tampilan layar sesuai keingingan kamu. Keren juga ya!



Tak hanya menampilkan gambar, VivoBook Pro F570 juga memiliki ASUS Tru2Life Video yang mampu meningkatkan tampilan warna, mirip banget dengan teknologi yang dimiliki oleh TV LED saat ini. Fitur ini menggunakan algoritma khusus untuk mengoptimalkan ketajaman dan kontras setiap frame video, sehingga video terlihat lebih jernih, detail dan realistis di mata.
Selain itu, ASUS Tru2Life Video juga bisa meningkatkan kontras hingga 150 persen lebih tinggi. Ia juga bisa mencerahkan detail yang tersembunyi di area gelap dan pada saat yang bersamaan juga menjaga ketajaman dan detail warna di area lain yang lebih cerah sehingga hasilnya akan menjadi tampak lebih jelas lagi.
Wah, dengan fitur ini pasti nonton film bakal makin lebih seru lagi nih.


Amazing Perfomance


Ini nih bagian yang bikin ASUS Vivobook Pro F570 sangat unik. Ia ditenagai dengan procie AMD Ryzen 7 atau 5 dan GTX 1050 sebagai GPU-nya. Sungguh kombinasi yang sangat menarik dari sebuah perusahaan yang menjadi World’s Most Admired Companies ini. 




Tak pernah ada laptop yang menggunakan kombinasi seperti ini. Prosesor AMD dan GPU nVidia sebelumnya hanya kita bisa temukan di PC. Namun, jika di laptop, ini adlaah yang pertama kalinya di dunia. Sehingga ASUS mencetak sejarah baru. Namun, apakah kombinasi seperti ini pantaskah untuk sebuah laptop ‘gaming’? Mari kita kupas mengenai performa dari sebuah F570.
Sudah menjadi rahasia umum kalau prosesor AMD Ryzen adalah seri tertinggi dari prosesor AMD. Ia terkenal dengan performanya cukup kencang dan dapat bersaing dengan inter seri core. Selain itu, AMD Ryzen Mobile didukung oleh teknologi AMD SenseMI yang memungkinkan prosesor untuk menyesuaikan beban kerja dengan kebutuhan kamu.
Faktor inilah yang membuat laptop ini sangat garang. Ia mampu melibat berbagai software yang membutuhkan performa tinggi namun ia sangat ramah dengan kebutuhan daya. Membuat ASUS Vivobook Pro F570 dapat saya sebut sebagai laptop gaming dengan mobilitas paling baik.
Tahun 2019, kecepatan adalah segalanya. SSD membawa kecepatan yang jauh lebih masif daripada HDD. SSD saat di tahun ini sudah sangat murah, bahkan nyaris sama dengan hardisk. Jadi, kalau kamu ingin membeli sebuah perangkat komputasi, SSD harus dan wajib dibenamkan dalam perangkat tersebut. Karena di tahun ini, sudah banyak sekali software dan aplikasi yang susah berjalan saat memakai HDD.
Maka dari itu, untuk mendukung performanya, VivoBook Pro F570 menggunakan storage SSD Nvme M.2 SATA3 dengan kapasitas yang gak tanggung-tanggung pula, 256 GB. Gila gak tuh? Selain itu, untuk penyimpanan lebih ada juga HDD berkapasitas 1TB dengan kecepatan putar 5400rpm. Sedangkan untuk seri di bawahnya yakni F570, tenang saja. Meskipun belum ada SSDnya (ya maklum, harganya lebih murah), kamu masih bisa memasangkan SSD Nvme M.2 karena oleh pihak ASUS sudah disediakan slotnya.
Lalu, sebenarnya bagaimana sih performa si biru toska F570 ini? Berikut hasil tes benchmark dari beberapa software tes benchmark.
Mengukur performa CPU nya, kita akan uji rendering 3D menggunakan software Cinebench R15. Sedangkan untuk mengukur performa prosesor secara single core ataupun multi-core dengan software GeekBench dan mengukur performa sistem secara keseluruhan menggunakan PCMark 10.
Berikut hasil tes menggunakan Cinebench R15 :

Saat melakukan rendering 3D, performa total Ryzen 5 pada F570 mencapai 617 poin, sementara di single core-nya, angkanya mencapai 142 poin. Lebih cepat dibandingkan dengan prosesor Intel Core i7 Ivy Bridge (generasi ketiga).


Sedangkan performa single core-nya mencapai 3551 poin dan multi core-nya mencapai 9706 poin diukur menggunkan Geekbench. Sebagai gambaran, performanya melampaui Intel Core i5 seri Broadwell (generasi ke-5) untuk performa single core dan multi-core.


Sementara dites menggunakan PC Mark 10, Performa PCMark-nya yang mencapai 5122 untuk kategori Essential, 4561 untuk Productivity dan 3216 untuk Digital Content Creation jauh lebih baik dibanding prosesor Intel Core i7 generasi Skylake (generasi keenam)




Lalu untuk pengetesan grafis, diuji dengan 3DMark FireStrike dan F570 mendapatkan angka 5902. Lebih unggul dibandingkan dengan GeForce GTX960 yang dipadankan dengan Core i7-6700HQ, bahkan Core i7 generasi terbaru i7-8560 yang dibarengkan dengan Nvidia GeForce MX150.
Lanjut ke performa saat main game. Game GTA V dengan setingan rata kanan bisa dimainkan dan sangat playable dengan 40-60fps dan tidak pernah drop ke 30 fps. Sementara di game Battlefield juga playable dengan rata-rata 60-an fps.



Adem


Meskipun kamu main game dalam waktu yang cukup lama, F570 yang ditenagai AMD Ryzen 5 dan GTX 1050 tidak pernah ditemukan adanya thermal throtling yang membuat performanya drop meskipun hanya menggunakan single fan. Namun sepertinya jika di versi Ryzen 7 nya akan sedikit bermasalah di thermal throttling karena di i7 8550U saja yang performanya gak sebesar Ryzen 7 memiliki thermal throttling jika memiliki single fan.




Vivobook F570 menggunakan teknologi ASUS IceCool dalam pendinginnya. Ia menggunakan kontrol kipas cerdas, dan heatpype tipis untuk sirkulasi kalor yang lebih leluasa. Untuk penggunaan normal bisa mencapai 36°dan untuk pemakaian intensif bisa mencapai 60°C saja. Ini masih tergolong aman.

Demi kenyamanan penggunanya, ASUS menyematkan pembuangan hawa panas di area belakang laptop. Sepertinya ASUS paham akan kebutuhan konsumennya. Saat penggunanya bekerja dengan VivoBook Pro F570 ini, pemakaian mouse baik di kiri dan kanan tidak akan terganggu oleh hembusan hawa panas dari dalam laptop. Applause untuk pihak ASUS dalam inovasi ini.




Untuk menghirup hawa dingin, ASUS menempatkan cooling grill di area atas keyboard. Posisi ini  akan membantu masuknya udara dingin ke dalam laptop. Lalu untuk pelengkapnya ada juga cooling grill yang terdapat di bagian bawah, untuk memaksimalkan pendinginan laptop ini.





Terbukti saat digunakan secara full load, contohnya saat melakukan rendering 3D image yang memaksa keempat core prosesor bekerja di kecepatan 100%, prosesor AMD Ryzen 5 pada laptop ini bekerja pada suhu yang tidak terlalu panas yakni 75 hingga 79 derajat Celsius.

Ini lumayan mengesankan karena laptop gaming saaat full load biasanya mencapai 90 derajat celcius. Saat bekerja dengan normal, suhunya berada di kisaran 60 sampai 65 derajat Celsius. Dalam kondisi idle alias diam, suhunya bahkan hanya 35 sampai 39 derajat celcius. Untuk laptop dengan prosesor gaming, ini sangat adem.


Ketahanan Baterai


ASUS Vivobook Pro F570 menggunakan baterai lithium-ion yang diklain di web resminya ASUS memiliki masa hidup hingga 3x, jadi bakal sangat awet daripada baterai laptop pada umumnya. Mereka juga mengklaim adanya fitur fast charging yang memugkinkan charging baterai dari 0% hingga mencapai 60% hanya dalam waktu 49%. Saya cukup impresif dengan kecepatan charging yang dimilikinya.
Selain itu masih ada banyaak lagi fitur cahrging pada Vivobook Pro F570, antara lain temperature protection, input over protection, output over protection, output over current protection, battery TCO protection (proteksi panas berlebih), adapter protection, dan JEITA protection (proteksi agar baterai lebih awet).



Karena berbagai proteksi di atas, saat charge laptop di saat tidur akan jadi lebih aman karena jika daya sudah penuh maka charging akan otomatis berhenti. Namun, kami sarankkan lebih baik charging saat kamu bangun saja ya, karena bagaimanapun charging yang over kalau keseringan juga gak bakal bagus.
Untuk pemkaian normal, baterai Vivobook Pro F570 tidak jauh beda dengan laptop gaming pada umumnya. Ia dapat bertahan sekitar 10 jam dalam pemakaian normal. Sedangkan dalam pemakaian intensif seoerti gaming dan multimedia berat, Vivobook pro F570 dapat bertahan hingga 2 jam 30 menitan.


Fitur Lainnya


Untuk masalah jaringan, VivoBook Pro F570 mendukung akses Wifi 2x2 Dual Band 802.11ac yang mana teknologi ini mendukung kecepatan transfer data enam kali jauh lebih cepat dibandingkan wifi biasa dengan standar 802.11n. Untuk transfer data ke perangkat mobile yang lebih mudah, VivoBook Pro F570 dibenamkan akses Bluetooth 4.2. 

Jadi kalau mau pindahin data dari laptop ke HP dan kamu lagi mager ambil kabel USB, bluetooth bisa kamu gunakan. Untuk kualitas kamera 720p yang dibenamkan pada frame atas layarnya standar saja sama seperti laptop pada umumnya. Cukuplah buat vc-an sama temen.
Untuk upgradable kamu akan cukup kesulitas. Pasalnya, laptop hanya akan bisa dibuka lewat keyboard dan untuk mengupgrade SSD atau RAM nya, mau gak mau kamu harus copot motherboardnya dahulu karena letak slot SSD dan RAM nya ada di bawah motherboard.
Untuk OSnya, VivoBook Pro F570 sudah termasuk windows 10 Home 64 bit original dan Microsoft harus membelu sendiri melalui website resmi Microsoft.


Ditujukan untuk Siapa?


Laptop ASUS Vivobook Pro F570 dan F570ZD ini sangat cocok bagi siapa saja yang kegiatan sehari-harinya cukup sering dengan laptop dan membutuhkan performa yang gahar dan mobilitas yang lumayan baik. Sehingga laptop ini sangat cocok bagi para content creator seperti blogger dan youtuber, mahasiswa, penggiat software-software grafis, cinematografer, animator, pekerja kantoran, dan gamer pemula hingga profesional.


Kesimpulan


Untuk sebuah laptop harga Rp.13.999.000 dengan spesifikasi seperti VivoBook Pro F570ZD ini menurut saya sangat worth it untuk dibeli. Price to perfomance yang dimilikinya sangat baik. Laptop ini sangat cocok bagi kamu yang sedang mencari laptop gaming dengan harga miring. Apalagi dengan harga segini kamu sudah mendapatkan SSD sebesar 256 GB. Mana ada laptop gaming seharga 14 juta dengan SSD segede itu. Mungkin kalau ada laptopnya hanya tergolong laptop multimedia yang performanya gak bisa dibandingkan dengan laptop ini. Hanya VivoBook Pro F570 yang menawarkan hal sekeren ini.
Namun jika kamu belum memiliki budget sebesar itu, ada juga VivoBook Pro F570 versi murahnya yakni Rp11.799.000. Namun karena upgradable yang agak susah, menurut saya lebih baik kamu menabung sedikit lagi untuk meminang versi paling tinggi dari VivoBook Pro F570 yakni yang ekornya ada ZD.
Berikut beberapa fitur unggulan yang dapat kami simpulkan dari VivoBook Pro F570 :
  • Unik karena menggabungkan AMD dengan nVidia sehingga murah tapi gahar
  • Design yang eye catchy dan body yang sangat enteng untuk sebuah laptop gaming
  • Keyboard yang sangat nyaman dan melebihi ekspektasi saya pribadi
  • Layar yang sangat cerah karena dukungan ASUS Splendid
  • Audio yang impresif dari SonicMaster
  • Tidak ada masalah thermal throttling meskipun menggunkaan single fan dan cukup dingin
  • Sudah menggunakan fingerprint meskipun laptop gaming
  • Port yang cukup lengkap dan hadirnya port type C
  • Laptop gaming dengan SSD 256 GB termurah
  • Baterai yang cukup awet dengan fast charging 60% dalam 49 menit


Dimana Membelinya?


ASUS VivoBook Pro F570ZD Ryzen 7 juga dijual eksklusif di JD.ID, melalui mobile site di
atau desktop site di


Spesifikasi Lengkap




Part No 90NB0IU1-M03590 90NB0IU1-M03600
Model Name F570ZD-R5591T F570ZD-R7591T
BASE UNIT VSNB0IU1-BU1007 VSNB0IU1-BU1007
LCD Cover Color & Decoration Plastic with black IMR and Lightning Blue slide Plastic with black IMR and Lightning Blue slide
Top Case Color & Decoration Plastic with black IMR Plastic with black IMR
On board processor AMD Quad Core R5-2500U Processor, 2.0 GHz (2M Cache, up to 3.6 GHz) AMD Quad Core R7-2700U Processor, 2.2 GHz (2M Cache, up to 3.8 GHz)
Operating System Windows 10 (64bit) Windows 10 (64bit)
Office Includes 1 month Trial for New Microsoft Office 365 Customers Includes 1 month Trial for New Microsoft Office 365 Customers
Display 15.6'//Ultra Slim 200nits//FHD 1920x1080 16:9//Anti-Glare//NTSC: 45% 15.6'//Ultra Slim 200nits//FHD 1920x1080 16:9//Anti-Glare//NTSC: 45%
Number Pad
Chipset N/A N/A
Memory Slot 2x 2x
Total System Memory DRAM DDR4 8G DRAM DDR4 8G
On board memory N/A N/A
On board memory(PAD)
Memory Max. 16G 16G
Memory Speed DDR4 2400MHz DDR4 2400MHz
How to upgrade memory Upgradable Need to remove bottom/top case Upgradable Need to remove bottom/top case
DIMM Memory DRAM DDR4 8G DRAM DDR4 8G
Storage SATA 1TB 5400RPM 2.5' HDD SATA 1TB 5400RPM 2.5' HDD SATA3 256G M.2 SSD
SSD Cache
EMMC/ISSD N/A N/A
EMMC(PAD)
External video display modes HDMI 1.4 HDMI 1.4
Discrete/Share Discrete Discrete
Video Graphics NVIDIA GeForce GTX 1050 NVIDIA GeForce GTX 1050
IGPU AMD Radeon™ Vega 8 Graphics AMD Radeon™ RX Vega 10 Graphics
Graphics Feature N/A N/A
Video memory GDDR5 4GB GDDR5 4GB
Video Camera VGA Web Camera (Fixed type) VGA Web Camera (Fixed type)
Optical Drive No No
FingerPrint YES YES
On board Wireless N/A N/A
Wireless(Module) 802.11ac+Bluetooth 4.2 (Dual band) 2*2 802.11ac+Bluetooth 4.2 (Dual band) 2*2
Wireless(PAD)
Bluetooth 4.2 4.2
3G/4G
Modem
LAN 10/100/1000 Mbps 10/100/1000 Mbps
Card Reader Type: Micro SD Spec: SDXC Type: Micro SD Spec: SDXC
Sensors
USB Port 2x USB 2.0 1x USB 3.0 1x USB3.1 Type C (Gen 1) 2x USB 2.0 1x USB 3.0 1x USB3.1 Type C (Gen 1)
Interface 1x Headphone-out & Audio-in Combo Jack 1x RJ45 LAN Jack for LAN insert 1x HDMI 1x USB3.1-Type C(Gen1) 1x Headphone-out & Audio-in Combo Jack 1x RJ45 LAN Jack for LAN insert 1x HDMI 1x USB3.1-Type C(Gen1)
Audio Built-in speaker Built-in microphone Audio by ICEpower® Sonic Master Built-in speaker Built-in microphone Audio by ICEpower® Sonic Master
Weight (Kg) 1.79 KG (Without Battery)   1.96 KG (with 3 cell battery) 1.79 KG (Without Battery)   1.96 KG (with 3 cell battery)
2nd Battery Weight (Kg)
Tablet & Dock Weight (Kg)
Dimension (cm) 37.4(W) x 25.6(D) x 2.19 ~ 2.19 (H) cm 37.4(W) x 25.6(D) x 2.19 ~ 2.19 (H) cm
Tablet Dimension (cm)
AC Adapter ø4.5 120W AC Adapter Output: 19V DC, 6.3A, 120W , Input : 100~240V AC, 50/60Hz universal ø4.5 120W AC Adapter Output: 19V DC, 6.3A, 120W , Input : 100~240V AC, 50/60Hz universal
Battery 48WHrs, 3S1P, 3-cell Li-ion 48WHrs, 3S1P, 3-cell Li-ion
Replaceable Battery No No
Keyboard type Illuminated Chiclet Keyboard Illuminated Chiclet Keyboard
Supplied Accessories Backpack Backpack
Software ASUS Live Update
ASUS Product Registration Program
ATK Package(ASUS On Screen Display)
ASUS GiftBox
ASUS Smart Gesture
ASUS Splendid
ASUS WebStorage
Sync Agent ICEsound
ASUS Live Update
ASUS Product Registration Program
ATK Package(ASUS On Screen Display)
ASUS GiftBox
ASUS Smart Gesture
ASUS Splendid
ASUS WebStorage
Sync Agent ICEsound
Security TPM (Firmware TPM) BIOS Booting User Password Protection TPM (Firmware TPM) BIOS Booting User Password Protection
Price IDR.11.799.000 IDR.13.999.000



Selengkapnya cek https://www.asus.com/id/Laptops/ASUS-Laptop-F570ZD/

Berlangganan update artikel terbaru TumesKecil via email:

0 Response to "Kubu Merah dan Hijau Bersatu? Review Lengkap ASUS Vivobook Pro F570"

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bahasa yang sopan dan tak menyinggung pihak manapun. Komentar yang tidak relevan (spamming) akan dihapus oleh kami. Terima kasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel